my life… simple is complicated

tahan uji

Hari-hari ini kekhawatiran semakin terasa berat dan memberatkan..

Ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak yang tidak harus memikirkan tentang hari esok, tentang tugas dan tanggung jawab serta masa depan yang harus cemerlang kata dunia…

Tapi kekhawatiran bertambah seiring dengan pertambahan umur, dan kedewasaan diukur bukan dari seberapa banyak kekhawatiran yang mengikuti umur, tetapi berapa jeli seseorang memilih hal-hal yang harus di khawatirkan dan mana yang tidak perlu…

Ujian yang paling besar dalam hidup adalah kekhawatiran, seseorang yang ditekan beratnya beban khawatir akan berlaku apa saja untuk mendapatkan rasa aman terhadap apa yang dikhawatirkan, termasuk dengan mengorbankan hal-hal yang tak seharusnya dikorbankan…

Tahan uji adalah salah satu tameng menghadapi kekhawatiran, tapi tak banyak yang bisa melakukannya, kebanyakan memang tahan menguji segala sesuatu, tapi begitu cepat keluar saat sedang diuji…

Tahan uji bukanlah mereka yang bisa lulus murni, bisa lulus dengan mulus, tanpa banyak ujian, tapi mereka yang lulus dengan beberapa catatan perbaikan…

Well, memang tak semudah berkata, tak sesulit bertindak… Tapi mencari jawaban atas kekhawatiran adalah hal yang paling banyak dikerjakan, orang sekolah, menjadi lebih pintar, lebih sukses, menikah dan menikahkan, menjaga kesehatan, melakukan hal-hal gila semata-mata hanya karena mencoba menghindari kekhawatiran… Tentang apa yang bisa dipakai, apa yang bisa dimakan, kedudukan, harkat dan martabat yang disandang yang tentu saja semuanya tidak bisa dibawa mati..

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, mengintip kesusahan hari esok adalah upaya curang yang sama sekali tidak membawa untung bahkan sedikitpun…
Cukuplah apa yang bisa dimakan, dan dipakai hari ini… Apa yang bisa dinikmati dan disyukuri… Kita tidak bisa melihat hal-hal yang terlalu jauh… Kita hanya bisa melihat sejauh mata memandang, dan jika kita ingin melihat lebih jauh pergilah ke arah yang lebih jauh untuk melihat dari dekat, jangan menerka, apalagi mengira-ngira.. Itu hanya menambah keraguan dan kekhawatiran…

Jadi tahan ujikah? Khawatirkah? Atau apakah?? Jawabannya ada pada pertanyaannya dan pertanyaannya ada pada permasalahannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s