my life… simple is complicated

Siapkan Akal budi, waspada… Tua tak pernah menjamin dewasa…; sebuah catatan

Bukan kebetulan minggu-minggu ini saya ditemplak habis-habisan tentang iman dan kekudusan, sesuatu yang kadang telah menjadi begitu ordinary dalam kehidupan…

Tak terfokus disana saat mengembangkan skil untuk menjadi lebih baik…

Benarlah kekudusan didalam dan kesaksian diluar, seperti dua sisi koin mata uang tak akan pernah berharga jika kehilangan salah satunya, kadang demi kekudusan kita mengorbankan kesaksian, dan demi kesaksian kita mengorbankan kekudusan…

Soal kekudusan adalah hal yang paling sering dilanggar, mengapa? Karena kekudusan berhubungan dengan keintiman dengan Tuhan, kadang keintiman sering membuat kita lupa kudusnya Tuhan, membuat lupa kedudukan kita dimataNya… Dan kita malah mulai melanggar hal-hal yang tidak boleh kita lakukan.. Semua anugerah.. Hanya kasih karunia, kata-kata senjata untuk membenarkan tindakan sewenang-wenang kita saat melangkahi batasan kemahakudusan Allah ( اَللهُ ) …

Kekudusan begitu mudah dilanggar, karena hanya Tuhan saksinya, sehingga dengan tanpa rasa bersalah kita bisa mengabaikannya..

Kuduslah kamu sebab Aku kudus… Itu kata Tuhan…

Sebaliknya bersaksi sering tanpa cacat, karena dilihat orang..

Ketidakseimbangan ini berakar pada satu hal.. Yaitu kitalah pusat segala sesuatu dan bukannya The highest Power yang kita sembah…

Dan selama ini saya dan beberapa teman kehilangan salah satu sisi koin…

Dan bahkan mungkin saya kehilangan keduanya, semata hanya karena toleransi terhadap hal-hal kecil..

Setelah hampir 8 tahun berada dalam komunitas pelayanan kampus tidak sedikit pengalaman jatuh, bangun dan berada di puncak serta titik terendah hidup bersama Tuhan sang penyelamat.. Benar-benar tak ada yang menjadi begitu mudah dalam hidup ini saat mengiringi Tuhan…

Selama 8 tahun banyak yang sudah Tuhan lakukan… Berkat?? Sudah tak terhitung.. Begitu banyaknya…

Dan selama itu pula saya tidak begitu menyadari pentingnya banyak hal… Mungkin karena waktu yang indah untuk mempelajarinya adalah sekarang… Bukan dulu dan bukan nanti…

Saya sadar setengah atau bahkan lebih dari waktu berada dalam pelayanan hanyalah tentang bersenang-senang, bagaimana saya menjadi senang, bagaimana kawan-kawan menjadi senang tanpa begitu memikirkan tentan bagaimana Tuhan menjadi senang…

Punya teman dengan pengertian yang sama, visi yang sama dan pertumbuhan yang bersama-sama memang mengasyikan.. Membuat ketergantungan dan ketagihan, tapi bukan kepada Tuhan namun kepada situasi yang ditimbulkan..

Beberapa waktu, dan tidak saja berubah…
Dalam persekutuan dan peribadatan tepatnya saat firman Tuhan yang bisa membinasakan dan membangkitkan orang mati sekalipun ada banyak yang bercakap-cakap, bukan mempercakapkan firman Tuhan, tapi segala sesuatu entah apa… Dan demikianlah ibadah segera berlalu dan setelahnya merasa lebih tau dari yang lain tentang bagaimana menjadi rohani, religius dan lebih dari orang lain dalam penampakan…

Menjadi contoh… Sesuatu yang kurang.. Perlu diperbaiki..

Benarkah bertumbuh? Apakah bukan Roh Kudus yang sedang bekerja didalam orang yang sedang berbicara? Atau merasa sudah tahukah semua tentang yang dibicarakan Roh Kudus…

Entahlah… Banyak yang terlewatkan demi kesenangan…

Tapi begitulah adanya, kemari tak bisa diubah, besok tak bisa diterka, tapi hari ini kita bisa membuat perubahan…

Mengambil jalan logis, atau mengambil langkah spiritual dan metafisik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang benar dan yang menyelamatkan silahkanlah dilakukan dengan keseimbangan…

Ah… Seandainya dengan kekuatan sendiri saja semua itu bisa dilakukan.. Tapi tidak mungkin.. Allah memberikan kewajiban yang begitu berat dan tidak tertanggung hanya untuk membuktikan bahwa manusia bukan apa-apa tanpa Tuhan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s