my life… simple is complicated

Tuhan menguji kasih kita kepada-Nya dengan seberapa banyak kita memberi dan bermurah hati.

2 Korintus 8:7-8 “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, — dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami — demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.”
__________________________________________

Inti dari memberi adalah essensi dari kasih.
Ketika Anda mencintai seseorang, Anda ingin memberikan sesuatu kepada mereka.
Anda dapat memberi tanpa mengasihi tetapi Anda tidak bisa mencintai tanpa memberi.
Jika Anda mengatakan Anda mencintai Tuhan, maka ini akan muncul dalam gaya hidup Anda yang murah hati.

Saya bisa mengaku menjadi seorang Kristen, seorang pengikut Kristus.
Saya bisa mengklaim bahwa saya mengasihi Tuhan.
Tetapi Alkitab mengatakan ada satu cara untuk benar-benar menguji ketulusan kasih Anda: “Sama seperti kamu unggul dalam segala hal — dalam iman, dalam khotbah, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan dan kasihmu pada kami — demikian juga kamu juga harus unggul dalam anugerah untuk memberi. Aku tidak memerintahkan kamu, tapi aku ingin menguji ketulusan kasihmu.” (2 Korintus 8:7-8, terjemahan versi NIV)

Allah menguji ketulusan kasih Anda dengan melihat bagaimana Anda memberi.

Mengapa Dia melakukannya?
Tuhan tidak butuh waktu Anda.
Dia tidak butuh uang Anda.
Apa yang Dia butuhkan?
Dia ingin Anda memberikan apa yang diwakili oleh pemberian Anda — hati Anda — dan Dia ingin Anda untuk menjadi seperti Dia.
“Karena Allah mengasihi dunia sehingga Dia memberi…” (Yohanes 3:16)
Anda bisa menjadi seperti Tuhan dan menjadi pemberi yang murah hati atau Anda bisa menjadi seperti setan dan menjadi penimbun yang pelit.

Saya telah menemukan bahwa pada dasarnya ada dua jenis orang — pemberi yang ceria dan pemberi yang takut.

Pemberi yang ceria berkata, “Saya akan memberi. Lagipula itu semua milik Tuhan. Dia memberikan semuanya kepada saya. Saya tidak akan punya apa-apa tanpa Tuhan, jadi saya akan memberi kepada-Nya dan Dia bisa mengurus semua kebutuhan saya.”

Pemberi yang takut berkata, “Saya tidak mampu untuk melakukan hal ini. Saya tidak mampu untuk memberi. Saya harus menimbun. Saya harus menjaga apa yang menjadi milik saya. Saya harus melindungi kepentingan egois saya.”

Ceria atau takut — Andalah yang membuat keputusan.
Tapi ingat Tuhan menguji ketulusan kasih Anda dengan seberapa besar Anda bermurah hati dalam hidup Anda.
Segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan.

Memberi adalah sama pentingnya dengan tindakan ibadah seperti menyanyi, berdoa, berterima kasih, dan mendengarkan.
Memberi mengatakan, “Tuhan, saya mengasihi Engkau sehingga saya ingin memberikan kembali kepada Engkau. Tuhan telah menyelamatkan hidup saya dan saya ingin memberikan kembali kepada-Mu.”
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
__________________________________________

Tuhan menguji kasih kita kepada-Nya dengan seberapa banyak kita memberi dan bermurah hati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s