my life… simple is complicated

tak ada tempat untuk rasa takut

Matius 14:29-30 “Kata Yesus: ‘Datanglah!’ Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ‘Tuhan, tolonglah aku!'”
__________________________________________

Petrus bersedia untuk mengambil risiko.
Ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka dengan berjalan di atas air, Dia dan murid-murid lainnya telah berada dalam situasi yang sangat tegang karena menghadapi badai dan angin sepanjang malam.
Ingin membuktikan keberaniannya kepada Yesus, Petrus membuat pernyataan yang menakjubkan: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (Matius 14:28)
Ini adalah laut yang dalam, dan Peter bersedia melangkah ke laut karena Dia melihat Yesus, yang memberinya kepercayaan diri dan keberanian.

Ini berjalan dengan baik untuk sementara sampai Petrus mulai tenggelam.
Dan kenapa dia tenggelam?
Karena dia menggeser pandangannya dari Yesus dan menempatkan pandangannya pada hal-hal lain.
Alkitab memberitahu kita, “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia.” (ayat 30)

Keadaan bisa menakutkan.
Bila atasan Anda memanggil Anda dan memberitahu Anda bahwa perusahaan harus berhemat dan mereka harus memberhentikan Anda, ketika dokter memanggil Anda dengan hasil tes yang tidak baik, ketika Anda membuka surat dari seorang pengacara yang mengatakan bahwa Anda sedang digugat, semua hal ini bisa membuat Anda takut.
Masalah-masalah yang terjadi dapat membuat Anda gemetar.
Dan hal ini dapat menyebabkan Anda untuk menggeser pandangan mata Anda dari Yesus.

Dimana rasa takut memerintah, iman menjadi terusir.
Tapi di mana iman memerintah, rasa takut tidak memiliki tempat lagi.
Iman dan rasa takut tidak bisa bersatu.
Ketika Anda membawa iman masuk ke dalam, ketakutan akan berjalan keluar dari pintu belakang.
Tetapi jika Anda mengundang rasa takut untuk tinggal dalam hidup Anda, maka Anda akan mendorong iman untuk pergi.

Petrus memiliki iman.
Dia menaruh pandangan matanya pada Yesus.
Dia melakukan hal yang mustahil.
Tapi kemudian dia mulai tenggelam, karena dia menggeser pandangannya dari Yesus.
Dalam kasus Petrus, dia mulai mengalihkan pandangan pada angin.
Dalam diri kita, mungkin sesuatu yang lain membuat kita mengalihkan pandangan dari Yesus.
Ketika kita melupakan Tuhan, kita akan mulai tenggelam.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23
__________________________________________

Saat kita mengarahkan pandangan mata kita kepada Yesus, kita akan dapat mengalahkan rasa takut dan melangkah dengan iman.

(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s