my life… simple is complicated

ketika di titik Nol

1 Raja 19:4-6 “Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: ‘Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.’ Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: ‘Bangunlah, makanlah!’ Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.”
__________________________________________

Mungkin dalam kehidupan Anda sekarang, Anda sedang berada dalam waktu yang sangat padat dan penuh tekanan, dan Anda merasa Anda tidak bisa berjalan terus.
Saya ingin Anda tahu bahwa Anda tidak sendirian.
Bahkan, beberapa pria dan wanita yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa juga telah melalui apa yang Anda alami sekarang.

Salah satunya adalah nabi Elia.
Setelah kemenangan rohani besar atas para imam Baal, Elia berada dalam pelarian, bertanya-tanya apakah hidupnya masih layak untuk dijalani.
Kita dapat melihat ini dalam 1 Raja 19:4-6 yang sudah kita baca diatas.

Elia telah mencapai titik “nol” itu dalam hidupnya.
Tidak ada yang tersisa.
Dia telah berusaha dan mencoba semuanya, tangkinya kosong.

Mungkin itu menggambarkan keadaan Anda sekarang, Anda berada di ambang batas kekuatan Anda dan ingin berhenti.
Anda merasa, “Sudah cukup.. Sudah cukup aku mengalami tekanan dan masalah, saya tidak bisa meneruskan ini lagi. Kekuatan saya sudah habis!”

Nah, apakah Anda melihat ketika Elia berada pada batas akhir kekuatannya, saat itulah Tuhan campur tangan?
Justru disaat terlemah kita, kekuatan Tuhan menjadi nyata.
Berada dalam keadaan tanpa kekuatan, berada dititik nol, bukanlah tempat yang buruk jika Anda hidup di dalam Tuhan.
Hanya lihatlah kepada Tuhan, Dia siap untuk bertemu dengan Anda dan membantu Anda pada saat Anda membutuhkan-Nya.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 72-73; Roma 9:1-15
__________________________________________

Saat berada di titik nol, hanya berharap dan berseru kepada Tuhan, maka kekuatan-Nya akan dinyatakan di dalam kelemahan kita.

(Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s