my life… simple is complicated

Panggilan, Visi, Akuntabilitas, integritas.. dan tetap bertahan…

Mereka bilang banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih..

Itu benar… Dan diantara yang terpilih sedikit yang setia pada panggilan dan pilihan..

Kata mereka, pada awal memilih panggilan tentu saja kebanggaan yang terlihat…
Memang mudah menngkap visi … Tapi belum tentu mudah mempertahankan untuk hidup di dalam visi..

Saat hidup dintara orang-orang sevisi memang dunia “service” memang terlihat “eksis”… Begitu mudah dalam segalahal, terlebih saat mahasiswa, saat tidak terlalu penting untuk mencari sendiri uang untuk membayar segala sesuatu, saat semua masih ditunjang oleh orang tua dan biaya negara… Saat waktu senggang masih diisi dengan saling bertanya pokok doa, sharing ketawa-ketiwi… Dan semua bangga dengan apa yang bisa dilkukannya.. Mencari Dana untuk sebuh pergerakan memang mudah…

Tapi itu semua belum membuktikan kesetiaan pada panggilan… Itu masih training sebelum diutus ketengah serigala… Menempa karakter domba dizona aman …

Nah…
Dunia nyata seperti serigala dan dapur peleburan adalah tempat pemurnian panggilan, dimana komunitas rohani jauh, Dimana adik-adik datang meminta bantuan Dana dan mengirim pokok doa tanpa bertanya tentang keadaan dan pokok doa pribadi…

Dunia dimana tidak semua orang diliputi kasih mesra dan belas kasihan, himpitan kebutuhan ekonomi, tuntutan keluarga, politik, tipudaya, dan persaingan yang tidak sehat, intrik dan perbedaan pendapat dan konflik internal yang sebenarnya…

Dan disitulah panggilan diuji… Sanggupkah domba berkualitas hidup di antara serigala? Berkilaukah emas yang disepuh? Murnikah perak yang diuji dalam dapur peleburan?

Masihkah bertahan dalam visi? Masihkah integritas tetap kuat dalam lumasan toleransi yang mengikis idealis dalam keseharian? Masihkah akuntabilitas dipercaya?

Mulailah dari sekarang… Menjalankan amanah tanggungjawab melayani sampai ujung dunia bukanlah begitu banyaknya kegiatan membuka gerbang dan tidak pernah mengevaluasi hasilnya, bukan hanya supaya terlihat eksis tapi terlihat buah yang manis,

Semua “kerajinan” itu hanya akan berbuah kelelahan dan tombok-menombok dan cerita having fun diakhirnya… Karna kerajinan itu tidak diikuti dengan kerajinan memberantas kemalasan pribadi menyelesaikan tugas dan tanggungjawab saat ini yang menuntut penyelesaian segera…

Kerajinan menjadi saksi tentang lurusnya jalan sang junjungan ilahi, pembersih hati, penyelamat dunia dan akhirat kepada orang asing, jauh disana… tapi menumpuk kesaksian pribadi yang buruk sebagai orang-orang yang menyebut pengikut yang diselamatkan di sekitarnya…

Bagaimana menyebut diri setia pada panggilan visi tapi tidak setia pada Hal-Hal kecil?
Jangan mendustai diri sendiri…

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s