my life… simple is complicated

Ketika Anda fokus pada penyebab sebenarnya, lebih mudah untuk mengontrol kemarahan Anda.

Mazmur 4:4 “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.”
__________________________________________

Kita perlu memahami bahwa ada perbedaan antara kemarahan yang berdosa dan kemarahan yang sah; antara kemarahan yang tepat dan kemarahan yang tidak pantas; antara kemarahan yang membantu dan kemarahan yang menyakitkan.

Kemarahan belum tentu salah.
Kemarahan tidak selalu buruk.
Apa yang membuatnya berbeda adalah mengapa Anda marah dan apa yang Anda lakukan dengan perasaan itu.

Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang membuat saya marah? Mengapa saya begitu kesal?”

Sangat penting bagi Anda untuk memahami ini: Kemarahan bukanlah akar masalah.
Selalu ada masalah yang lebih dalam.
Kemarahan hanyalah reaksi emosional dari salah satu dari tiga emosi primer.
Jika Anda ingin memahami kemarahan Anda, Anda harus mengetahui yang mana dari ketiga emosi primer yang Anda rasakan, dan mungkin itu kombinasi dari ketiganya.
Penting bagi Anda untuk mengetahui hal ini karena jauh lebih mudah untuk berurusan dengan akar masalah daripada berurusan dengan kemarahan itu sendiri.

Ketika Anda marah, itu bisa jadi karena:

Pertama, Anda terluka – baik secara fisik maupun emosional.

Kedua, Anda frustrasi – Tampaknya hal-hal tidak terjadi seperti yang Anda inginkan. Ketika Anda marah karena merasa frustrasi, tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan: Apakah dengan marah akan dapat mengubah situasi? Apakah hal ini benar-benar layak untuk membuat saya menjadi begitu kecewa dan marah?

Ketiga, Anda takut akan sesuatu – Anda merasa terancam atau tidak aman.

Ketika Anda fokus pada penyebab sebenarnya, lebih mudah untuk mengontrol kemarahan Anda.

Faktanya adalah, Anda tidak dapat menghilangkan luka hati, frustrasi dan rasa takut dari hidup Anda.
Hal-hal ini tak terelakkan.
Tapi Anda bisa belajar untuk berurusan dengan hal-hal ini tanpa menjadi marah.
Kemarahan adalah sebuah pilihan.
Dan ketika Anda marah adalah karena Anda telah memilih untuk marah.

Anda mungkin berkata, “Anda tidak mengerti. Ketika saya marah, saya tidak bisa mengendalikannya..”
Sebagai seorang Kristen, kita memiliki kekuatan Kristus dalam diri kita yang membantu kita belajar untuk mengontrol kemarahan kita.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10
__________________________________________

Kita dapat lebih mengendalikan kemarahan kita ketika kita mau belajar untuk memahami dan mengatasi akar dari kemarahan kita.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s