my life… simple is complicated

Menjual Mimpi.. Seperti halnya pedagang yang lain, perniagaan ini juga punya komoditas untuk dipasarkan, dan itu adalah mimpi, kita tau bersama para pedagang akan melakukan 3 hal untuk menjual barangnya, pertama melakukan pendekatan persuasif: mencari kelemahan emosi dengan senjata kepolosan, jujur kuncinya, seakan telah kenal lama dan punya kedudukan dekat dalam lingkaran kehidupan, sering juga disebut pendekatan kekeluargaan. Kedua pendekatan manipulatif: mencari titik terendah dari ego yaitu nafsu, biasanya dengan menambahkan hal-hal yang diinginkan atau seakan dibutuhkan diatas hal-hal yang nyata. Ketiga Pendekatan Otoriter: dengan mencari benteng terapuh hidup yaitu mental, menghadirkan rasa takut dan tekanan batin diatas hal-hal yang sebenarnya biasa saja, biasanya membuat diri tak kuasa menolak.. Dari semua pendekatan ini yang paling sering digunakan oleh seles mimpi ialah manipulatif dan otoriter, pembeli dipaksa mencerna kebohongan dan ancaman, sebagaimana dusta dan takut dikonsumsi setiap hari, maka hal itu akan dianggap benar dan nyata oleh pasar.. jadilah demikian.. mimpi yang sudah dimanipulasi dan dibalut ketakutan awan gelap masa depan yang masih misteri itu kini menjadi primadona… semua yang termakan gombal berjuang untuk mimpi yang jauh dari kenyataan itu, sembari itu dalam prosesnya menjajakan mimpi sang pedagang semakin menjadi, ditambahnya mimpi dengan mimpi, dicampurkannya mimpi dan pengalaman palsu, semakin jauhlah lengcengan kebenaran membias.. kini.. sang penjual menjadi contoh, digugu dan ditiru, semakin banyak pula ia makan ide-ide orang lain dan menganggapnya pengalamannya sendiri.. ah.. mau dibawa kemana diri ini.. diri yang terlalu banyak terpapar mimpi, tercandu.. terlalu percaya kepada pedagang mimpi, yang bahkan tidak pernah mencicipi apa yang ia jual… akhirnya kesadaran akan kebenaranlah yang akan menang, bangun dari mimpi panjang melelahkan itu adalah langkah awal, mereka tidak akan menjadi kita seperti kita tidak akan pernah menjadi mereka.. dan belajar kembali adalah tebusan untuk penyesalan akan terbuangnya waktu-waktu terbaik dalam hidup hanya untuk tidur, bermimpi dan perjuangan sia-sia membayar dan membela ide-ide yang bertentangan dengan kejadian nyata -yang tersisa dari pendidikan kita-
@ednmanoppo

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s